Kita hidup di dunia itu pasti mempunya batasan batasan tersendiri. Yakinlah bahwa manusia itu tak ada yang sempurna, tetapi manusia selalu berusaha supaya tampil sesempurna mungkin. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai anak dari keluarga Bakrie, anak dari keluarga Gayus, atau bahkan anak dari keluarga Power Ranger dimana Ranger merah sebagai ayah n ranger hijau sebagai homonya. Enak banget kalo kita diberi pilihan saat mau lahir, kita pasti pilih menjadi anak dari keluarga yang kaya n menjadi sempurna. Tapi jangan lupa, bahwa orang kaya pun juga tidak 100% sempurna.
Saat SMA aku berangkat naik motor biru kesayanganku. Saat itu aku lagi jemput cewekku yang sekarang dah tinggal kenangan. Biasa aku jemput jam setengah 7, walau akhirnya aku tetap masuk ke sekolah jam setengah 8 karena absen dulu di parkiran sekolah sama begundal begundal. Balik lagi, saat aku lagi di jalan buat jemput manusia yang khilaf waktu jadi ceweekku, aku terkena lampu merah sebagai tanda berhenti. Yang aku lihat adalah pemandangan yang sangat membuat hatiku terenyuh atau membuat hatiku bergerak atau membuat hatiku merasakan sesuatu atau membuat hatiku hamil. Aku melihat seorang bapak bapak yang menggendong anaknya yang masih mengenakan celana merah dengan seragam putih yang sudah hampir berubah warna menjadi kecoklatan. Tampak bapak itu tegar menggendong anaknya. Mungkin memang bukan masalah menggendong anaknya bagi seorang bapak. Tapi anak yang digendong itu tampak tak bisa bicara dengan jelas, anak yang digendong itu tampak tak bisa berjalan karena terlihat kakinya yang sangat tidak sesuai dengan badannya. Nampak jelas bahwa anak yang digendong itu cacat mental yang biasa orang bilang autis. Saat itu aku benar benar bersyukur akan keadaanku yang lebih sempurna dari anak itu. Aku juga tidak yakin apabila misalnya aku seperti itu, Papaku akan berbuat seperti bapak itu yang setiap hari menggendong anaknya menuju SLB. Aku benar benar bersyukur atas kemurahan Allah yang diberikan padaku. Yang benar benar membuat aku sangat terharu, pengorbanan bapak itu yang selalu mengantarkan anaknya sekolah setiap pagi n mungkin siangnya harus jemput anaknya. Bapak itu memang bapak yang sangat bijaksana, walaupun dia sadar bahwa anaknya cacat, n bukan tidak mungkin bahwa anak itu tidak akan menjadi orang besar. Tapi kuasa Allah siapa yang tau. Bapak itu memang benar benar memberi semangat kepada anaknya untuk tetap sekolah tanpa harus malu diliat orang setiap hari karena menggendong anak yang badannya tidak sekecil bayi lagi. aku hanya berdoa di dalam hati “Ya Allah, berikan kemuliaan untuk bapak bapak itu” Amien.....
Saat ini aku bukan SMA lagi, aku dah tumbuh lebih dewaa bersamaan dengan makanan yang aku lahap tiap hari. Suatu hari aku mau pergi sarapan bareng temen kampusku, karena pelajaran pertama jam 7 kosong makanya aku langsung cap cuz buat nyari isi perutku yang nampak kosong, biarpun kosong tetep aja gede ne perut. Saat mo berangkat nyari makan aku ngeliat pria Kakak tingkatku tapi beda jurusan. Aku biasanya lihat dia dikampus seh. Mungkin liat Kakak tingkat di kampus seh biasa, tapi kakak tingkat yang satu ini tidak lah sama dengan yang lain. Bukannya aku mau nyebarin kecacatan kakak tingkatku, tapi aku salut lagi dengan keadaan dia yang tidak sempurna. Aku liat dia datang ke kostnya yang deket dengan kost temenku dengan diantar seorang ibu yang belum begitu tua. Kakak tingkatku itu berjalan dengan bantuan seperti tongkat tapi bukan tongkat, aku gak tau namanya tapi bentuknya seperti kursi dengan kaki tiga n pegangan tangan. Jadi jika tidak ada tongkat itu mungkin dia gak bisa berjalan. Kampusku terdiri 4 lantai. Aku liat kakak tingkatku sulit berjalan, tapi dia lakukan itu setiap hari dan kadang berjalan naik melewati puluhan anak tangga. Saat aku bertemu di kampus, aku pernah liat dia berjalan di tangga. Nampak dia semangat buat melewati anak tangga yang naik n turun. Semangatnya melupakan kekurangannya.
Memang begitu banyak cobaan hidup, mungkin yang kita terima tidak seberat yang orang lain terima. Percayalah bahwa Allah punya rahasia lain. Dari pengalamanku di atas, aku sadar bahwa aku mungkin terlihat lebih sempurna dari mereka. Tapi aku yakin bahwa ada sesuatu yang mereka bisa lakukan dan aku tidak bisa lakukan. Hidup itu petualangan yang sangat sulit, itulah sebabnya kita harus saling membantu, saling mengasihi, n saling menolong satu sama lain untuk melengkapi kekurangan yang kita miliki. Jangan pernah merasa iri dengan keadaan orang lain yang lebih baik. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Jangan selalu memandang ke atas karena membuat kita iri, lihatlah ke bawah supaya kita bersyukur atas anugrah yang kita terima. Selain jika kita memandang ke atas membuat kita iri, memandang ke atas bisa membuat kepala kita keseleo atau dalam bahasaku adalah Tengeng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar